Kepemimpinan Ninik Mamak di Minangkabau
Oleh: Muhammad Fawzan,Mahasiswa Jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas
Indonesia memiliki beragam suku bangsa,kebudayaan, dan adat istiadat di seluruh penjuru daerah. Budaya yang menjadikan Indonesia sebagai negara yang mencakup budaya asli. Bagaimana dengan suku? Setiap suku pasti di terapkan dalam kehidupan masyarakat menjadi sebuah aspek kehidupan. Begitu juga dengan adat, Adat yang merupakan tradisi yang harus dilakukan oleh sekelompok masyarakat. Suku, adat, dan kebudayaan ini merupakan pewaris yang terdahulu untuk di jaga hingga sekarang. Mengenal kebudayaan dan adat istiadat pasti memiliki pemimpin yang bijaksana dalam mengatur Nagari.
Daerah-Daerah yang masih pekat akan kebudayaan,suku bahkan adat dan tradisi-tradisi pasti memiliki pemimpin untuk mengatur sebuah nagari/kaum. Karena daerah yang masih pekat dengan aturan adat pasti akan ada pemimpin untuk membuat sebuah aturan dalam kaum, aturan-aturan yang di buat harus dilakukan oleh sekelompok masyarakat di daerah tersebut. Menjadi seorang pemimpin yang bijaksana harus meberikan contoh yang baik, memberikan pengajaran tentang adat dan budaya, Tetapi tidak hanya tentang adat,suku dan budaya melainkan harus mengajarkan nilai-nilai moral dan mengajarkan agama kepada kaum nya terutama anak-anak. Daerah yang masih pekat akan tradisi kebudayaan dan adat-istiadat yaitu Minangkabau yang terletak di Sumatera Barat. Sangat tidak asing jika menyebut nama Minangkabau, karena daerah inilah yang masih menjadi kearifan lokal yang pekat hingga sekarang ini.
Minangkabau dengan beragam suku dan adat-istiada yang masih terjaga hingga sekarang, menjadi kan salah satu kebudayaan Indonesia yang masih utuh dan terjaga. Minangkabau yang memiliki peran dalam sebuah kaum,disinilah peran Ninik mamak menjadi tokoh seorang pemimpin,Menjadi tonggak untuk kemenakan nya dan menjadikan pemimpin dalam kaum nya. Ninik mamak di percayai sebagai Kepemimpinan dalam rumah gadang di Minangkabau, menjadi teladan bagi saudara perempuan,anak,kemenakan dan kaum. Ninik Mamak merupakan seorang pemimpin yang disebut penghulu di minangkabau ada juga disebut dengan Datuk (Datuak) yang di dalam adat nya memiliki makna kepemimpinan seorang Ninik mamak hanya di tinggikan seranting dan didahulukan selangkah, tidak lebih dari itu, namun Ninik Mamak sangat dihormati oleh kaum nya. Setiap ada masalah apapun pasti akan di musyawarah kan bersama dalam rumah gadang. Menjadi seorang Ninik Mamak tidak lah mudah karena tanggung jawab nya sangat besar dan menjadi seorang Ninik Mamak ialah yang di pilih oleh masyarakat dan keluarga.Seorang Ninik Mamak di gelarkan kepada yang sudah tua. Ninik Mamak yang dituakan oleh anak kemenakan baik dalam suku maupun dalam nagari. Tetapi, Menjadi seorang Ninik Mamak harus lah memenuhi syarat agar dapat memimpin kaum dengan berbagai tipe masyarakat, harus memiliki kesabaran yang tinggi serta pengetahuan yang luas. Kedudukan penghulu dalam tiap nagari tidak sama. Adat nagari yang penghulunya mempunyaikedudukan yang setingkat dan sederajat. Dalam pepatah adat disebut “duduak samo randah tagak samo tinggi”. Penghulu yang setingkat dan sederajat ini adalah di nagari yang menganut “laras’ (aliran) Bodi Caniago dari keturunan datuak perpatih nan sabatang. Sebaliknya, ada pula nagari yang kedudukan penghulunya bertingkat-tingkat yang di dalam adat disebut “bajanjang naiak btangga turun”, yaitu para penghulu yang menganut laras (aliran) Koto piliang dari ajaran Datuak katumanggungan. Minangkabau yang dikenal dengan daerah penganut ajaran islam sebagai daerah yang taat kepada Allah SWT. Minangkabau juga berdampingan dengan aturan adat. Seorang Ninik Mamak mengajarkan nilai-nilai moral dan ajaran agama kepada anak-anak dan kemenakan nya serta suku kaum di Minangkabau.
Dalam menjalankan tugas sebagai Ninik Mamak untuk mengatur dan aturan adat yang di bantu oleh beberapa orang yang dipercayai dengan sesuai bidang keahlian nya.1. Manti
Manti juga disebut sebagai orang yang Cadiak Pandai (Cerdik Pandai) yang bertugas sebagai mennyelesaikan permasalahan adat,permasalahan sosial dan juga alek perkawinan. Manti adalah ujung tombak penghulu dalam menyelesaikan permasalahan, Manti harus memiliki ilmu pengetahuan dalam menyelesaikan permasalahan dan harus ada pengalaman dalam urusan adat-istiadat, jika permasalahan adat nagari tidak dapat terselesaikan oleh manti, maka permasalahan tersebut akan diberitahukan kepada penghulu, Penghulu lah yang akan meneyelesaikan permasalahan tersebut.2. Malin
Malin juga disebut sebagai Pandito yang mengartikan sebagai pelita dan penerang. Malin sebagai penerang bagi anak dan cucu nya dalam bidang agama, apapun yang mencakup tentang agama adalah tugas Malin. Mengajarkan anak-anak seperti membaca doa hingga mengajarkan tentang ilmu agama Islam lain nya.3. Dubalang
Dubalang bertugas sebagai menjaga kemenakan dan cucu keponakan nya, Tidak hanya itu Dubalang juga menjaga suku kaum jika terjadi sengketa. Dubalang disebut juga dengan istilah adat yaitu Tagak di pintu mati.Penghulu/datuak, Manti, Malin, dan Dubalang dikenal juga dengan Urang Ampek Jinih, yang artinya orang berempat inilah yang disebut dengan unsur Ninik Mamak. Tugas yang diberikan hasil dari kesepakatan bersama dalam permusyawarahan karena apapun yang disepakati dan permasalahan yang diselesaikan menurut adat Minangkabau harus lah melalui permusyawarahan mufakat.
Kepemimpinan Ninik Mamak dalam adat sebagai yang dituakan oleh suku kaum harus memiliki tanggung jawab dalam menjalankan amanah untuk keberlangsungan kehidupan masyarakat dan menjadikan kesejahteraan untuk kaum. Sebagai seorang pemimpin jika ada dari Masyarakat berkeluh kesah maka Ninik Mamak harus mencarikan jalan keluar dari akar permmasalahan dari Masyarakat nya. Maka dari itu Ninik Mamak harus menjadwalkan hari tertentu untuk pertemuan dengan anak kemenakan nya agar apa yang di mau oleh anak dan kemenakan nya harus di turuti. Begitu juga dengan kaum nya,Ninik Mamak juga harus menjadwalkan hari untuk kaum agar bisa dibicarakan tentang permasalahan ekonomi,pendidikan anak, kesehatan dan perkawinan. Sebagai seorang pemimpin harus bisa menampung dan memberikan solusi yang terbaik untuk anak kemenakan dan kaum nya.