Mahasiswa dan Dispar Kota Bengkulu Kompak Benahi Wajah Pantai Panjang
JurnalBengkulu.com, Bengkulu - Pantai Panjang di Kota Bengkulu mendadak ramai pada Minggu pagi (17/5/2026). Namun kali ini bukan dipadati wisatawan, melainkan ratusan mahasiswa yang turun langsung membersihkan kawasan wisata andalan tersebut.
Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bengkulu tampak menyisir bibir pantai sambil memungut sampah plastik, limbah rumah tangga, hingga berbagai kotoran yang mengganggu pemandangan di sepanjang kawasan Pantai Panjang.
Aksi peduli lingkungan ini digagas oleh BEM FEB Universitas Bengkulu bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kota Bengkulu. Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian generasi muda dalam menjaga kebersihan sekaligus mempertahankan citra Pantai Panjang sebagai ikon wisata daerah.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu, Nina Nurdin, turut hadir memantau langsung kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi semangat para mahasiswa yang dinilai telah memberi contoh nyata dalam menjaga lingkungan wisata.
Menurut Nina, Pantai Panjang bukan hanya destinasi rekreasi, tetapi juga wajah Kota Bengkulu yang harus dijaga bersama oleh seluruh elemen masyarakat.
“Ini bukti nyata kepedulian anak muda terhadap lingkungan dan pariwisata kita,” ujarnya.
Ia berharap gerakan serupa tidak berhenti pada satu kegiatan saja. Pemerintah juga mendorong lebih banyak komunitas, organisasi, hingga perguruan tinggi ikut terlibat menjaga kebersihan kawasan wisata.
Sementara itu, Ketua BEM FEB Universitas Bengkulu, M. Aditya Lubis, menyebut aksi bersih pantai tersebut sebagai bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga harus hadir memberi dampak langsung terhadap lingkungan sekitar.
“Kami ingin aksi ini mengingatkan bahwa kebersihan pantai adalah tanggung jawab bersama,” katanya.
Aditya juga menyoroti sejumlah persoalan yang dinilai masih perlu dibenahi di kawasan Pantai Panjang. Mulai dari penataan pedagang, kondisi infrastruktur, hingga dugaan pungutan yang dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pihak terkait.
Ia berharap seluruh pihak dapat bersama-sama memperbaiki tata kelola kawasan wisata agar Pantai Panjang menjadi lebih tertata, nyaman, dan ramah bagi pengunjung.
“Kami ingin Pantai Panjang lebih rapi, bersih, nyaman, dan bebas dari praktik yang merugikan,” tegasnya.
Aksi bersih-bersih itu pun berakhir dengan wajah pantai yang jauh lebih rapi. Meski pulang dengan pakaian penuh pasir dan kotoran, para mahasiswa membawa pesan kuat bahwa menjaga destinasi wisata bukan tugas satu pihak semata, melainkan tanggung jawab bersama.