Makna petatah- petitih Minangkabau “Ingek-ingek nan di ateh, nan di bawah kok maimpok.”
Oleh : MAYRA SALZA BILLA dari mahasiswa sastra Minangkabau Universitas Andalas Padang.
Indonesia merupakan bangsa yang memiliki kekayaan akan budayanya. Terutama budaya yang berkaitan dengan masyarakat tradisional. Salah satu budaya yang berkaitan dengan masyarakat tradisional adalah budaya bersikap dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menjadi hal yang menjadi perhatian khusus, terutama terkait dengan etika dalam bersikap. Hal ini memiliki hubungan erat dengan bahasa. Salah satu keunikan dan keberagaman tentang budaya yang ada di Indonesia adalah penggunaan bahasa yang digunakan masyarakat Indonesia dalam kehidupannya sehari-hari. Terutama bahasa-bahasa daerah yang juga memiliki keunikannya tersendiri.
Seperti layaknya bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, yang memiliki banyak unsur, bahasa daerah juga mengandung banyak sekali unsur di dalamnya. Salah satu hal yang sering kita temui dalam penggunaan bahasa adalah menggunakan bahasa untuk membuat kata-kata bijak. Kata-kata bijak yang bisa digunakan untuk menasehati seseorang, memperingati seseorang atau bahkan hanya sekedar dibuat begitu saja.
Seperti contohnya, di pulau Sumatera lebih tepatnya di Sumatera Barat. Penggunaan bahasa yang ada di Sumatera Barat dominan kepada bahasa Minangkabau. Di mana Minangkabau sendiri merupakan suatu suku yang berdomisili di Sumatera Barat di mana bahasa sehari-harinya disebut bahasa Minang. Dalam bahasa Minang ada istilah yang digunakan sebagai kata-kata bijak untuk menasehati seseorang atau memperingati seseorang dalam artian baik maupun buruk. Istilah tersebut dikenal dengan istilah petata dan petitih. Sendiri sebenarnya tidak hanya dimiliki oleh bahasa Minang saja. Bahasa Indonesia juga memiliki banyak sekali petatah-petitih atau istilah yang berguna terhadap masyarakat terutama pada kehidupan sehari-hari.
Apa sih itu petatah dan petitih? Petatah dan petitih adalah bentuk sastra lisan Minangkabau yang berbentuk puisi dan berisi kalimat atau ungkapan yang mengandung pengertian yang dalam luas halus tepat dan kiasan. Petatah adalah patokan hukum adat yang menjadi sumber dari peraturan yang mengatur segala hubungan dalam masyarakat Minangkabau sedangkan petitih adalah aturan yang mengatur pelaksanaan adat dengan seksama. Petatah dan petitih tersebut mengandung nasihat dan ajaran dari orang tua orang tua terdahulu yang berfungsi sebagai pedoman hidup yang mengandung nilai adat dan nilai ajaran di dalamnya. Salah satu contoh petatah pedidih yang ada di Minangkabau adalah kata "Ingek-ingek nan di ateh, nan di bawah kok maimpok" istilah ini merupakan petatah tradisional Minangkabau yang mengajarkan kewaspadaan dan kehati-hatian dalam berbagai aspek kehidupan. Maksudnya di sini adalah ungkapan ini mengingatkan kita untuk tidak hanya memperhatikan hal-hal besar yang tampak jelas tetapi juga hal-hal kecil yang sering sekali terabaikan atau dianggap sepele. Karena meskipun kecil bukan berarti ia tidak bisa menghancurkan.
Ungkapan ini mengingatkan kita untuk tetap selalu waspada tentang apa saja yang bisa berpotensi untuk menghancurkan atau menggagalkan kita. meskipun terlihat sepele tidak seharusnya kita meremehkan apapun itu karena bisa saja hal yang kecil tersebut menjadi masalah yang besar di kemudian hari. Petatah ini mengajarkan kita untuk tetap memandang segala sesuatu dari sudut manapun dengan pandangan yang sama meskipun terlihat kecil atau tak penting. Dengan arti yang lain kita diajarkan untuk menjadi sosok yang peka terhadap apapun itu yang bisa saja menjadi faktor penghambat atau faktor negatif yang bisa menggagalkan kehidupan sehari-hari.
Petatah ini juga mengandung arti yang sangat mendalam dan luas tidak hanya tentang hati-hati dalam bersikap namun ada banyak lagi artian lain dari berbagai aspek kehidupan termasuk kewaspadaan, perencanaan, keselamatan dan kehati-hatian. Semuanya merupakan faktor yang bisa saja menjadi besar apabila diabaikan begitu saja.
Begitulah uniknya Minangkabau yang memiliki kata-kata bijak yang bisa dipedomani oleh masyarakat salah satunya adalah petatah ini yang mengandung makna dan arti yang sangat mendalam. Harapannya makna tersebut bisa dijadikan pedoman dan bisa dijadikan acuan oleh masyarakat dalam bersikap di dalam kehidupan sosial masyarakat sehari-hari. Dengan menerapkan hal ini tentunya masyarakat bisa dapat lebih hati-hati dalam bertindak dalam aspek apapun.