Ngecek Batampek
Penulis :
Nama : Gusdiana Oktavia
Alamat : Padang
Pekerjaan: Mahasiswa Universitas Andalas
Jurusan : Sastra MinangkabauAdat minang yang kita ketahui sangat mementingkan saling menghormati di kehidupan mereka yang mana dapat kita lihat di minang sangat rentan degan cara berbicara ke pada seseorang yang lebih besar . Menurut oarang minang orang yang beradat yaitu orang yang baik budi nya dan bahasa nya dan saling menghormati dan slalu memakai kato nan ampek yang mana kata nan ampek tersebut kato mandaki, kato manurun, kato mandata, kato malereng. Kata kata ini yang slalu di terap kan oleh masyarakat minang yang mana kata kata ini bertepatan penyampaian nya kepada :
Kato mandaki yaitu di tujukan kepada orang yang lebih tua dan menghormati orang tua tersebut dan ber tutur kata yang sopan.
Kato manurun yang mana dapat kita lihat kata ini di tujukan ketika kita berbicara kepada yang lebih kecil , ber tutur kata lah degan lemah lembut dan penuh ajaran yang baik.
Kato mandata ini yang mana kata ini di tujukan ketika berbicara kepada sesama besar, bertutur kata lah yang sopan dan enak di dengar dan tau tempat saat berbicara .
Kato malereng kata ini biasanya di tujukan saat berbicara degan besan atau ipar bahasa yang di pakai biasanya berbentuk pepatah atau pantun dan berupa kata kata kiasan
Jadi bila kita berbicara tau tempat tau cara menghargai orang yang akan tersinggung sama ucapan kita . Disini juga kita lihat masyarakat minang juga mengajarkan tutur kita berbicara degan baik, dan di minang sangat pentingnya saling menghormati dan bertutur kata yangh baik dan lemah lembut . Sebagai mana kata pepatah yaitu “Lidah mu adalah harimau mu yang akan yang menerkam kepala mu”. Banyak hal positif yang dapat kita ambil dari kebudayaan minang ini . Tetapi dapat kita lihat anak zaman sekarang beberapa dari mereka yang sudah melupakan kato nan ampek yang mana dapat kita lihat sekarang banyak anak yang sering berkata kotor dan tidak pada tempat nya. Terkadang kebudayaan yang sudah tumbuh sejak lama sudah mulai memudar karena pengaruh lingkungan di luar dan salah pergaulan atau kata orang minang “kok bakato paliharo lidah , kok bajalan paliharo kaki jan barundiang basikasek usah basikasa”. Banyak dampak buruk nya ketika kita bertutur kata yang tidak baik yaitu dapat mengundang pertengkaran dan tidak akan saling rukun dan damai. Dan jauhi lah kegadang gadang yang mana cara kita berbicara kepada yang lebih tua karna itu akan lebih menimbulkan konflik yang sangat fatal nantinya, makanya di minang sangat di anjurkan sopan santun dan kato nan ampek yang slalu di terapkan di kehidupan dalam bermasyarakat.
Diminang kabau juga ada etika cara berbicara nya yaitu
- Tidak boleh memotong pembicaraan orang lain
- Tidak boleh berebutan
- Tidak boleh ceroboh
- Bersikap tenang
- Jagan berbicara nada tinggi
- Jagan asal bicara
Seperti pepatah minang “Mangago dulu baru mangecek talantang dulu baru di sampaian “. Degan kita memahami sopan santun pembicaraan kita lebih dominan di fahami banyak orang dan kita juga di senangi banyak orang . Degan sopan santun kita juga dapat di sayangi banyak orang dan mempunyai banyak teman dan slalu di bantu dan orang senang berteman degan kita. (**)