Pemdes Air Berau Wujudkan Air Bersih untuk Masyarakat, 6 Titik Sumur Bor Dibangun Tahun 2024
Mukomuko - Pemerintah Desa Air berau, Kecamatan Pondok Suguh, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu telah melaksanakan kegiatan titik nol pembangunan sumur bor yang didanai oleh dana desa tahun 2024 pada hari Kamis, 18 April 2024.
Tujuan dari pembangunan sumur bor ini adalah untuk mengatasi masalah kekurangan air bersih yang sering terjadi di desa Air berau dan memberikan pasokan air yang berkelanjutan bagi warga desa setempat.
Kepala desa beserta perangkat, camat pondok Suguh, BPD, Babinkamtibmas, Babinsa, Pendamping Lokal Desa, Pendamping desa, serta tim TPK turut hadir dalam kegiatan titik nol pembangunan sumur bor tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Air berau, April, menjelaskan bahwa pembangunan sumur bor ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga desa, seperti penyediaan air bersih yang berkelanjutan untuk kebutuhan sehari-hari.
Di harapkan, warga Desa Air berau tidak akan lagi kesulitan dalam memperoleh pasokan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga, seperti di gunakan untuk memasak, mencuci, mandi dan kegiatan lainnya.
Pembangunan sumur bor ini juga merupakan bukti komitmen pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas serta kesehatan hidup warga desa.
Maka dari itu saya juga berharap bahwa kegiatan titik nol pembangunan sumur bor desa Air berau ini, dapat memberikan manfaat bagi masyarakat desa, mari sama sama masyarakat ikut serta mengawasi dalam kegiatan tersebut, ungkap April.
Pemerintah Desa Air berau diharapkan dapat terus melakukan inovasi dan solusi terhadap masalah sehari-hari warga desa, serta pembangunan sumur bor ini dapat terus berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang besar bagi kesejahteraan warga Desa Air berau ini.
Adapun kegiatan titik nol ini, ada 6 titik sumur bor yang akan kita bangun kan pada tahun 2024 ini, yang mana pembangunan tersebut 5 titik di tahap satu, dan satu titik lagi terpaksa kita di tahap dua nanti, karena di tahap satu ini hanya 5 titik dulu karena anggaran DD kita terbatas, namun di tahap dua nanti kita sambungkan lagi 1 titik lagi, tutup kades. (Rudi)