Pemkot Bengkulu Matangkan Program Strategis, Targetkan Kota Wisata Unggulan 2026
JurnalBengkulu.com, Bengkulu - Pemerintah Kota Bengkulu terus mematangkan langkah strategis untuk menjadikan Bengkulu sebagai kota wisata unggulan. Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menyampaikan sejumlah program besar yang akan dikebut hingga tahun 2026, mulai dari penataan pantai, kawasan wisata kampung, hingga pembangunan ikon kota baru.
Salah satu fokus utama adalah penataan kawasan wisata Pantai Panjang. Dedy menegaskan ke depan tidak akan ada lagi praktik pungutan liar atau “memungut” terhadap pengunjung.
“Kita buatkan solusinya. Target kita 100 unit gazebo gratis di sepanjang pantai. Tahun 2026 kita realisasikan,” ujar Dedy.
Selain Pantai Panjang, Pemerintah Kota Bengkulu juga akan menata kawasan Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) melalui koordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Kawasan Kampung Cina turut masuk dalam agenda revitalisasi sebagai destinasi wisata budaya.
Penataan kota dilakukan secara bertahap dan akan dilanjutkan pada tahun 2026 karena keterbatasan anggaran. Untuk sektor pasar, Dedy menargetkan Pasar Barukoto 1 dan Barukoto 2 menjadi pasar yang nyaman bagi penjual dan pembeli.
“Barukoto 1 dan Barukoto 2 kita targetkan nanti jadi pasar yang nyaman bagi penjual dan pembeli. Ini belum selesai, tahun 2026 kita lanjutkan,” katanya.
Terkait ketertiban, Dedy menegaskan pedagang Pasar Minggu tidak diperkenankan berjualan di badan jalan atau area terlarang. Seluruh aktivitas perdagangan harus masuk ke dalam pasar yang telah disediakan.
“Di dalam pasar itu tempatnya ada dan cukup. Kalau dagangannya bagus, orang pasti mau masuk,” tegasnya.
Ia juga menargetkan Pasar Panorama menjadi pasar yang rapi dan bersih, sejalan dengan visi Pemkot Bengkulu untuk mewujudkan kota yang tertata dan nyaman.
Dalam kesempatan yang sama, Dedy Wahyudi menegaskan komitmennya untuk terus menata wajah Kota Bengkulu secara menyeluruh, mulai dari pasar, infrastruktur, hingga kawasan wisata, agar kota semakin bersih, indah, aman, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.
“Menata wajah kota ini kita mulai dari pasar, kebersihannya, keindahannya, termasuk juga penerangan. Sekarang sudut-sudut kota yang gelap, seperti jembatan, sudah kita terangkan,” ujarnya.
Meski masih menghadapi tantangan di lapangan, seperti kasus pencurian lampu penerangan jalan di beberapa jembatan, Pemkot Bengkulu tetap berkomitmen memastikan seluruh jembatan dan ruas jalan strategis terang pada malam hari.
Selain penerangan, penataan pasar menjadi prioritas utama. Saat ini Pemkot Bengkulu tengah membenahi Pasar Minggu, Pasar Panorama, serta Pasar Barukoto sebagai bagian dari upaya mewujudkan kota yang tertib, rapi, dan nyaman.