Pemkot Bengkulu Operasikan Gazebo Gratis di Pantai Panjang, Targetkan 100 Pondok Resmi pada 2026
JurnalBengkulu.com, Bengkulu - Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Pariwisata (Dispar) resmi mengoperasikan sejumlah gazebo gratis di kawasan wisata Pantai Panjang. Fasilitas ini disediakan sebagai bentuk peningkatan pelayanan publik sekaligus upaya menata kawasan pesisir agar lebih tertib dan nyaman bagi masyarakat.
WaliKota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menegaskan bahwa penyediaan gazebo gratis merupakan bagian dari rencana jangka panjang penataan total kawasan pesisir. Pemerintah Kota menargetkan pembangunan sebanyak 100 pondok wisata resmi yang rampung dibangun di sepanjang garis pantai pada tahun 2026 mendatang.
Kehadiran fasilitas resmi tersebut diproyeksikan untuk menggantikan lapak-lapak liar yang selama ini dinilai tidak tertata dan kerap merugikan pengunjung. WaliKota menekankan bahwa gazebo yang dibangun merupakan fasilitas publik yang dapat digunakan oleh siapa saja secara gratis tanpa adanya pungutan tambahan yang bersifat ilegal.
“Kami ingin memastikan seluruh pengunjung memiliki hak yang sama untuk menikmati keindahan Pantai Panjang. Gazebo ini gratis untuk masyarakat,” tegas Dedy Wahyudi.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu, Nina Nurdin, mengungkapkan bahwa pengoperasian gazebo gratis ini merupakan respons cepat pemerintah terhadap keluhan masyarakat terkait maraknya pungutan liar (pungli) sewa pondok oleh oknum pedagang.
Menurut Nina, selama ini banyak pengunjung merasa terbebani karena dipatok tarif sewa pondok dengan harga yang tidak masuk akal, berkisar antara Rp150 ribu hingga Rp200 ribu, bahkan ada yang mencapai Rp1 juta rupiah.
“Masyarakat yang ingin menikmati pemandangan pantai sambil makan bersama keluarga kini dapat menggunakan gazebo ini secara cuma-cuma,” ujar Nina.
Dengan adanya penataan fasilitas publik yang lebih baik, Pemerintah Kota Bengkulu berharap citra pariwisata daerah kembali pulih. Penataan kawasan Pantai Panjang ini diharapkan tidak hanya memberikan kenyamanan bagi wisatawan, tetapi juga menciptakan kawasan wisata yang tertib, aman, dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.