Pemkot Bengkulu Targetkan Perbaikan 87 RTLH Tahun 2026
JurnalBengkulu.com, Bengkulu - Pemerintah Kota Bengkulu terus memacu peningkatan kesejahteraan masyarakat, salah satunya melalui pemenuhan kebutuhan dasar berupa hunian yang layak.
Di bawah kepemimpinan Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi dan Wakil Walikota Ronny PL Tobing yang baru saja memulai masa jabatan periode 2025–2030, Pemkot Bengkulu melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) menargetkan perbaikan sebanyak 87 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang tersebar di wilayah “Kota Merah Putih”.
Sejak menjabat, Dedy Wahyudi dan Ronny PL Tobing dikenal sebagai pemimpin yang aktif turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi rumah warga yang memprihatinkan. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan komitmen pemerintah daerah terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin memastikan tidak ada lagi warga Kota Bengkulu yang harus tinggal di rumah yang tidak layak, bahkan ada yang masih beralaskan tanah. Ini adalah tanggung jawab moral kami sebagai pemimpin untuk memberikan solusi nyata,” ujar Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi, Selasa (3/2/2026).
Program bedah rumah ini disambut positif oleh masyarakat. Salah satu penerima manfaat, Jhon Apriadi, warga Kelurahan Beringin Raya, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterimanya.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Walikota dan Wakil Walikota. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami untuk memiliki rumah yang lebih pantas untuk ditempati,” ungkapnya.
Pelaksanaan program bedah rumah tahun ini tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tetapi juga melibatkan sinergi aktif dengan berbagai pemangku kepentingan. Gotong royong antarinstansi pemerintah, lembaga kepolisian, hingga sektor swasta seperti Real Estate Indonesia (REI) menjadi kunci percepatan pembangunan.
Setiap unit rumah yang terpilih akan mendapatkan bantuan stimulan yang diarahkan untuk pembelian bahan bangunan dan upah tukang. Melalui skema bantuan perumahan swadaya, rumah yang sebelumnya berdinding kayu rapuh atau beralaskan tanah diharapkan dapat berubah menjadi bangunan permanen atau semi permanen yang lebih kokoh.
Kehadiran program ini dinilai publik sebagai bukti nyata komitmen kepemimpinan Dedy Wahyudi dan Ronny PL Tobing dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem serta memperbaiki sanitasi dan kualitas lingkungan permukiman. Langkah ini juga menjadi respons cepat pemerintah daerah terhadap aspirasi warga yang mendambakan hunian sehat, aman, dan layak huni.