Pepatah Minangkabau yang Bermakna Tentang Kehidupan
Penulis : Jihan Rafifah Syafni, Mahasiswa Sastra Minangkabau, Universitas AndalasMinangkabau kaya akan kiasan atau sering disebut dengan pepatah,pepatah adalah kelompok kata yang mempunyai susunan yang tetap dan mengandung aturan berperilaku, nasihat, prinsip hidup, perbandingan atau perumpamaan. Peribahasa biasanya menggunakan kiasan untuk menggambarkan maksud tertentu.
Di Minangkabau memang disarankan untuak saliang manjago hubungan baiak dalam lingkungan sekitarnya semuanya di palihara Adat jo sopan santun salalu di utamakan ,bagi orang Minangkabau duduk dan berdiri saja ada adatnya. Berbicara itu ada adatnya. Berjalan ada adatnya. Makan dan minum ada adatnya. Bertamu juga ada adatnya. Begitu juga kalau ada yang menguap dan batuk juga ada adatnya. Adat yang seperti ini dalam kehidupan kita di namakan sopan santun dalam pergaulan sehari-hari.
Salah satu metode pendidikan di minangkabau adalah melalui petatah dan petitih. Uniknya, tanggung jawab pendidikan ini ditanggung oleh mamak. Peran ayah lebih terbatas pada pemenuhan kebutuhan ekonomi, sedangkan pendidikan moral dan adat lebih banyak diambil alih oleh mamak
Ketika seorang anak kemenakan memiliki tingkah dan kurenah yang tidak disukai masyarakat, yang biasa dikenal dengan tidak beradat atau tidak tahu di nan ampek, yang pertama kali dipertanyakan adalah mamak dan penghulunya.Salah satu contoh dari pepatah yang harus di terapkan dalam kehidupan sehari hari adalah1."bajalan paliharo kaki bakato paliharo lidah"
Maksud dari pepatah ini peliharalah kaki ketika berjalan dan kendalikan lidah ketika berbicara, ketika kita akan melangkah/pergi ke suatu tempat maka langkahkan lah kaki nya ke tempat tempat yang baik jangan sampai salah melangkah,bahati hati dalam melangkah,pandai pandai menjaga diri jangan sampai terjadi hal hal yang tidak di inginkan dan dapat menghancurkan diri dan begitu pula dengan ketika berbicara,ketika akan mengucapkan sesuatu maka pikir pikirlah dahulu apakah pantas itu di ucapan jangan sampai perkataan kita dapat menyinggung orang lain,sebab perasaan manusia sangat lah halus,tersinggung sedikit pun dapat membuat orang tersinggung dan tidak menutup kemungkinan dapat membahayakan ke diri kita2.Kok pai tampak muko, kok pulang tampak pungguang (kalau pergi nampak muka, kalau pulang nampak punggung)
Arti dari pepatah ini adalah jika kita datang atau bertamu di tempat orang Mak hendaklah meminta izin terlebih dahulu,contohnya saja ketika kita berkunjung di suatu kampung maka hendaklah kita melapor ke rt/rw setempat,kok pulang nampak pungguang artinya jika kita hendak pulang maka berpamitan lah dahulu,kita datang dengan cara baik baik maka pulangnya hendak dengan cara baik baik juga,hal ini hendaklah harus diterapkan oleh semua kalangan tidak hanya yg muda,yang tua juga harus menerapkannya karena Minangkabau terkenal dengan negeri yang beradat seluruh aspek kehidupan sudah diatur dalam bingkai adat yang bertujuan untuk mendatangkan keselamatan hidup bagi orang Minangkabau itu sendiri,Orang-orang Minangkabau yang tidak memiliki adat sopan santun dalam kehidupan disebut sebagai orang yang tidak beradab. Sebutan tidak beradab bagi orang Minangkabau adalah suatu aib yang bisa menginjak harga dirinya. Bahkan bisa mendatangkan permusuhan dan pertengkaran bagi orang yang disebut tidak beradab tersebut.3.dima bumi dipijak disitu langik dijunjung
memiliki makna intrinsik berisi pesan tersirat, nasihat, ataupun prinsip hidup masyarakat maksud dari bahasa ini dimanapun kita berada maka ikuti dan hormati aturan yang ada di daerah tersebut,walaupun kita bukan orang sana,pepatah ini sangat cocok untuk perantau,karna dia akan menginjakkan kaki dikota orang.
Jika kita di kota orang berpandai pandai lah bersikap apalagi kita sebagai orang minang,yang biasa nya di kenal dengan keramahan tamahan nya dalam bersikap
Demikianlah diantara ajaran adat sopan santun dalam kehidupan orang Minangkabau. Sebenarnya masih banyak lagi ajaran adat sopan santun dalam kehidupan