Pintu Masuk Ruang Kerja Disegel Anggota Dewan, Sekwan Mengelak Tudingan
Jurnal Mukomuko - Sangat disayangkan menjelang perayaan HUT Kabupaten Mukomuko Ke-20, sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mukomuko menyegel ruang Sekretaris Dewan (Sekwan). Penyegelan diduga persoalan pelayanan dan komunikasi antara Dewan dan DPRD. Dalam pelaksanaan penyegelan tersebut terlihat beberapa dari anggota DPRD yang hadir saat penyegelan ruang kerja Sekwan antara lain, Ali Saftaini, Wisnu Hadi, Ansori Hardios, Tabrani, Aceng Zakaria, Maskur, Damsir, Busra, Armansyah dan Kabri.
"Penyegelan ini di lakukan, karena rekan-rekan mengeluh dengan pelayanan di Sekwan dan komunikasi antara Sekwan dan Dewan,” kata Wakil Ketua I DPRD Mukomuko, Nursalim, Selasa (7/2/2023).
Menurut Nursalim, anggota DPRD Mukomuko protes lantaran kecewa terhadap pelayanan di sekretariat DPRD Mukomuko terhambat karena komunikasi antara Dewan dan Sekwan terputus. Bahkan Sekwan kerap tidak ada di ruangannya saat para anggota dewan membutuhkan. Sehingga adanya tindakan penyegelan dilakukan dengan menaruh papan yang dipaku di pintu masuk ruangan Sekwan.
“Untuk tulisan bagian papan ditulis Sekwan Disegel,Tidak Becus, Ini Ruangan Hantu,” ungkap Nursalim.
Dengan terjadi nya penyegelan ruang kerja Sekwan tersebut, dijelaskan langsung oleh Sekretaris DPRD Mukomuko, Ruslan , M.Pd kepada awak media, Ia mengatakan terkait komunikasi yang terputus antara rekan rekan kita di DPRD dikarenakan ponselnya sedang berada dalam kondisi tidak bisa diaktifkan.
"Ponsel saya dalam kondisi belum bisa diaktifkan, jadi belum sempat terangkat. Hari ini, karena memasuki waktu sholat, ponsel saya pun saya nonaktifkan,” kata Sekwan.
RTerkait masalah pelayanan, Ruslan mengaku bahwa keterlambatan masalah gaji, itu terhalangnya oleh sistem. Bahkan bukan di sekretariat DPRD Mukomuko saja. OPD-OPD lainnya juga masih mengalami kendala.
“Keterlambatan gaji para dewan, itu bukan dari kita, dan itu semua di atur oleh sistem di BKD masih mengalami kendala.” pungkas Ruslan. (Rudi)