Reses Edi Hariyanto Dibanjiri Aspirasi, Warga Minta Sekolah Rakyat hingga Pemutihan PBB
JurnalBengkulu.com, Bengkulu - Anggota DPRD Kota Bengkulu, Edi Hariyanto, menyerap berbagai aspirasi masyarakat saat menggelar Reses Masa Sidang II Tahun 2026 di Kelurahan Desa Kandang, Kecamatan Kampung Melayu, Minggu (2/8/2026). Beragam persoalan mencuat dalam dialog bersama warga, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur hingga kebijakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Salah satu aspirasi yang paling banyak disampaikan adalah usulan pembangunan Sekolah Rakyat. Warga berharap program tersebut segera direalisasikan agar anak-anak dari keluarga kurang mampu memiliki akses pendidikan yang lebih baik.
Selain itu, masyarakat juga mengeluhkan besarnya tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Warga meminta Pemerintah Kota Bengkulu memberikan kebijakan pemutihan tunggakan maupun penghapusan denda agar mereka memiliki kesempatan untuk melunasi kewajibannya.
Menurut warga, kebijakan tersebut tidak hanya meringankan beban masyarakat, tetapi juga berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) karena tunggakan pajak dapat terselesaikan.
"Kalau ada program pemutihan, masyarakat tentu lebih semangat membayar. Ini juga akan meningkatkan penerimaan daerah karena tunggakan bisa diselesaikan," ujar salah seorang warga dalam forum reses.
Di sektor kesehatan, pelayanan BPJS Kesehatan turut menjadi sorotan. Warga mengaku kerap kesulitan mendapatkan ruang perawatan karena kapasitas rumah sakit yang sering penuh. Mereka berharap pemerintah dapat meningkatkan kualitas layanan sehingga masyarakat tidak lagi mengalami kendala saat membutuhkan perawatan.
Persoalan infrastruktur juga mendominasi penyampaian aspirasi. Warga RT 47 meminta pembangunan jalan hotmix karena kondisi jalan yang rusak menghambat aktivitas, terutama saat musim hujan. Selain itu, masyarakat mengusulkan perbaikan drainase yang dinilai belum mampu mengatasi genangan saat hujan deras.
Tak hanya itu, warga juga meminta pemasangan lampu penerangan jalan di sekitar area masjid. Minimnya pencahayaan dinilai menjadi salah satu faktor yang memicu maraknya aksi pencurian sepeda motor di kawasan tersebut.
Menanggapi berbagai masukan itu, Edi Hariyanto menegaskan seluruh aspirasi masyarakat akan menjadi bahan perjuangan di DPRD Kota Bengkulu.
"Semua aspirasi yang disampaikan hari ini akan kami inventarisasi dan kami sampaikan kepada pemerintah daerah serta OPD terkait. Mulai dari usulan Sekolah Rakyat, persoalan PBB, pelayanan BPJS, pembangunan jalan hotmix, drainase hingga penerangan jalan akan kami kawal agar masuk dalam skala prioritas pembangunan," tegas Edi.
Ia menambahkan, reses bukan sekadar agenda rutin anggota dewan, tetapi menjadi sarana untuk memastikan kebutuhan masyarakat benar-benar terakomodasi dalam pembahasan program pembangunan dan penganggaran daerah.
Kegiatan reses ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Seluruh aspirasi yang dihimpun akan menjadi bahan pokok pikiran DPRD untuk diperjuangkan dalam penyusunan program pembangunan Kota Bengkulu agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.