TRADISI MALAM BAINAI DALAM PROSES UPACARA PERKAWINAN DI MINANGKABAU
Oleh : Yola Wahyuni dari mahasiswa sastra Minangkabau Universitas Andalas Padang
Malam bainai merupakan salah satu tradisi dalam upacara perkawinan yang ada di Minangkabau.tradisi malam bainai ini sudah di laksanakan secara turun temurun oleh nenek moyang sejak zaman dahulu.Tradisi ini bias di kategorikan sebagai adat isgtiadat masyarakat,ritus,perayaan,system ekonomi tradisional,system organisasi social dan upacara traisional.Propesi malam bainai merupakan momen yang penting sebagai wujud doa restu dari para sesepuh,keluargadan juga kerabat dekat.yang acaranya diadakan di malam hari sebelum besok melaksanakan hijab qobul.
Bainai artinya melekatkan tumbuhan halus daun pacar merah atau daun inai ke kuku-kuku calon mempelai wanita ,Dahulu inai yang di gunakan berasal dari tanaman inai yang biasanya tumbuh di halaman rumah.Perlengkapan untuk malam bainai bukan hanya inai saja tetapi masih bnyak perlengkapan yang lainnyan seperti,Air yang berisi daun inai yang telah di tumbuk halus,paying kurung,kain jajakan kurung,kain simpai dan kursi untuk tempa duduk calon mempelai wanita,baju tokah serta suntiang rendah.
Tradisi malam bainai ini terdiri dari bebrapa proses seperti mempelai wanita di pakaikan baju tokah dan suntiang kecil,kemudian air harum di percikan ke calon mempelai oleh sepupu dan kedua orang tua mempelai wanita.Proses pertama yang dilakukan adalah peroses mandi-mandi,proses ini mirip dengan tradisi siraman yang ada di adat Jawa,Namun proses ini dilakukan hanya dengan menciprtkan air dengan jumlah ganjil dan harus menggudangan daun sitawa dingin.
Proses kedua adalah mengantarkan anak daro ke pelaminan,kedua orang tua mempelai wanita mengantarkan anak mereka kepelaminan,hal ini dapat di artikan sebagai lambing perjalanan hidup mempelai wanita,proses ketiga yaitu memakaikan inai atau malam bainai,proses ini merupakan proses yang paling penting dalam melakukan acara malam bainai,pada proses ini calon mempelai wanita di pasasangkan inai oleh para saudara perempuan anak daro akan memakaikan inai kepada kuku mempelai wanita. Terakhir adalah setelah memakai inai calon mempelai wanita akan di beri petuah serta diiringi dengan alunan musik ,saat inilah acara malam bainai selesai.