Tradisi Randai di Minangkabau
Oleh: Mirta Putri Maini
Minangkabau merupakan daerah yang beraneka ragam budaya, tradisi, bahkan permainan tradisonal yang menarik, tetapi dengan berkembangnya zaman dengan canggihnya teknologi semua itu akan hilang silih berganti dengan permainan modern bahkan pada saat ini gen-Z sudah tidak tau apa dan bagaimana permainan tradisional minangkabau dahulunya.
Orang zaman dulu sering ngumpul untuk melakukan permainan tradisional dengan penuh gembira untuk memainkannya, tetapi jauh berbeda dengan sekarang bahwa pada zaman sekarang ini masyarakat lebih memilih berdiam diri di dalam rumah untuk memainkan gadget, bukan anak-anak saja bahkan sampai orang tua pun sudah mempunyai gadget.
Orang dulu hidup lebih tenang, tentram tidak adanya kegaduhan antar sesama, bahkan jika ada masalah bisa dibicarakan dengan baik-baik dan diselesaikan dengan baik juga, kalau sekarang tidak lagi untuk bicarakan dengan baik bahkan hanya melalui sindiran di status media sosialnya.
Nah, balik ke topik awal permainan tradisional minangkabau salah satunya yaitu randai, randai merupakan permainan yang dilakukan dengan berkelompok membentuk lingkaran, didalam randai juga terdapat penokohan yang disebut juga dengan pemeran. pemeran tersebut sama hal nya seperti berdrama tetapi mengambil naskahnya dari kaba minangkabau, bukan naskah yang bisa dibuat sendiri.
Randai juga berasal dari kata marandai/malinka yang berarti membentuk sebuah lingkaran. selain itu, randai juga memiliki arti lain yaitu berhandai yang berarti berkeinginan atau bertutur kata menggunakan kalimat kiasan. Pada masa lampau randai digunakan untuk sarana komunikasi antar masyarakat minangkabau.
Lain pendapat menyebutkan bahwa randai berasal dari bahasa arab Rayan Li dai yang berarti dekat dengan pendakwah atau da'i.
Di dalam suatu pertunjukan randai, ditemukan bermacam jenis kesenian yang bermacam seperti, seni suara seperti dendang atau gurindam, musik seperti saluang, talempong, dan gendang, gerak berupa akting, pencak, tari, dan galombang, serta sastra, cerita atau kisah pada masa lampau.
Dalam pengertian masyarakat minangkabau randai ialah kesenian yang dimainkan berkelompok dan membawakan cerita kaba maupun cerita rakyat contohnya, Sabai Nan Aluih, Sagan badayuang anyuik sarantau, malin kundang, dan lainnya. Cerita tersebut berasal dari kenyataan hidup masyarakat dahulu.
Dilansir dari website Museum Adityawarman Sumatra Barat Randai dalam sejarah minangkabau dimainkan oleh masyarakat Pariangan Padang Panjang saat mereka berhasil menangkap seekor rusa. Pertunjukan randai dilakukan dialam terbuka, randai juga disebut sebagai media menyampaikan kaba atau cerita rakyat melalu gurindam yang di dendangkan serta tari yang berasal dari gerakan silat.
Randai dimainkan oleh beberapa orang pemain yang jumlahnya tidak ditentukan, pemain randai juga disebut sebagai legaran selain legaran juga terdapat pemeran dan pemusik.
Legaran adalah gerakan melingkar kemudian diisi dengan dendang gurindam yang diikuti oleh musik.Semua pemain memakai celana silat yang disebut juga sebagai celana galembong dimana ketika celana galembong tersebut dipukul dengan tangan secara serentak akan menghasilkan bunyi yang bagus.
Jumlah pemeran dalam randai itu tergantung pada cerita yang dibawakan, pada saat ingin berbicara pemeran berada ditengah-tengah legaran. adapun yang memimpin randai disebut tukang goreh yang bertugas memberi arahan melalui teriakan untuk menentukan cepat lambatnya gerakan. Tujuannya supaya randai dimainkan secara serentak dan menarik di mata penonton.
Suara tukang goreh memiliki ciri khas tersendiri yang di kagumkan oleh orang yang berupa tepuk tangan, tepuk kaki atau hentakan bahkan teriakan.
Perwatakan tokoh dalam permainan randai begitu menarik karena diungkap dengan tidak melalui riasan atau kostum melainkan gurindam mereka.Tukang goreh bukan hanya cuman satu orang melainkan lebih dari satu bahkan 2 sampai 4 orang, tujuannya agar jika tukanh goreh utama mengalami kesalahan bahkan bisa jadi suaranya habis karena teriakan tersebut. Permainan randai bisa saja menghabiskan waktu sekitar 1 jam bahkan ada paling lama menghabiskan waktu sekitar 4 jam.
Dulu permainan randai hanya dimainkan oleh kalangan pria saja, jika terdapat pemeran perempuan maka laki-laki lah yang membawakan peran tersebut, perempuan hanya menjadi primadona dan menarik perhatian. Namun, seiring berjalannya waktu pada saat ini randai bisa saja dimainkan oleh semua kalangan baik laki-laki maupun perempuan.
Selain itu pertisipasi serta semangat masyarakat dalam mendukung melestarikan tradisi randai juga menarik perhatian. tetapi sama halnya yang disebutkan tadi karena kata randai sudah asing bagi remaja minangkabau pada saat ini karena remaja saat ini lebih mengikuti perkembangan zaman sehingga melupakan tradisi maupun permainan tradisional minang. seharusnya mereka melestarikan randai maupun tradisi lainnya agar bisa dilihat dan dikenalkan kepada generasi selanjutnya.
Pada umumnya latihan randai dilaksanakan pada sore bahkan malam hari, maka tokoh perempuan dalam cerita harus dimainkan oleh laki-laki karena pada saat itu perempuan dimininangkabau dilarang keluar pada malam hari. jauh berbeda dengan sekarang randai tetap dimainkan oleh perempuan walaupun pulang malam.
Gerakan dalam pertunjukan randai rata-rata berasal dari bunga-bunga silat. Dalam legaran berfungsi sebagai pengganti adegan, Pertunjukan tersebut dilanjutkan dengan nyanyian gurindam sebagai pengantar cerita atau pada saat percakapan atau tindakan. sama seperti bentuk seni lainnya, ia dimulai dengan kiasan dan narasi yang kemudian diungkapkan melalui musik, tari, dendang, gurindam dan sebagainya.
mulanya, randai ditampilkan guna untuk menyampaikan nasihat yang terdapat dalam kaba maupun cerita rakyat yang berbentuk gurindam maupun syair yang didendangakan pada saat pertunjukan randai.
Dalam pertunjukan randai ramai sekali penonton yang berdatangan untuk melihat pertunjukan randai dengan seksama, sekarang sudah susah melihat seni pertunjukan tersebut karena sudah banyak yang asing bahkan lupa atas nama randai itu susah untuk kita bisa melihat atau menemukan pertunjukan randai apabila ada acara itupun sangat susah ditemukan pada saat ini.
Pada saat sekarang ini saya mendapatkan mata kuliah randai, nah pada saat sekarang ini kita sedang latihan randai untuk memenuhi tugas akhir pada mata kuliah randai ini. kebetulan juga kita bakal tampil di padang Youth Center pada tanggal 8 Juni 2024 mendatang, jadi kita harus menampilkan yang baik dari yang terbaik. jika ingin melihat pertunjukan randai jangan lupa datang pada waktu yang sudah disebutkan tersebut. Kapan lagi melihat Gen-Z membuat pertunjukan randai, Mari bersama-sama menonton kami.
Penulis merupakan Mahasiswi Prodi Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas.