Tujuan dan Manfaat Silek Minangkabau Sebagai Mata Kuliah di Jurusan Sastra Minangkabau
Penulis : Hellen Berlian Putri, Mahasiswa Sastra Minangkabau Universitas Andalas
Silek (bahasa minang dari silat) merupakan salah satu seni bela diri yang berasal dari minangkabau, silat adalah seni tradisional khas dari masyarakat minang, silat sendiri bukanlah rangkaian gerakan indah seperti tari melainkan gerakan gerakan yang tajam dan cepat agar bisa melumpuhkan lawan melalui gerak pukulan, tendangan an kuncian dan juga keterampilan menggunakan berbagai macam senjata, sedangkan tujuan dari silat adalah untuk mempertahankan dan melindungi diri dari serangan lawan.
Musuah indak dicari jikok basuo pantang di ilakan, kalimat itu adalah prinsip yang dipegang dalam silat yang artinya diajarkan untuk jangan pernah mencari musuh akan tetapi jika bertemu jangan pernah dielakan atau dihindari karna mengelak dan jangan pernah gentar saat menghadapi lawan, jika hal mengelak itu sama saja dengan menyerah dan tidak memiliki kepercayaan kepada diri sendiri hal tersebut akan merusak harga diri pesilat sedangkan tidak gentar adalah harga diri seorang pelaku silat.
Dalam silat terdapat beberapa aliran, disebutkan dalam buku berjudul Filsafat dan Silsilah Aliran-aliran silat Minangkabau karangan mid Djamal (1986), bahwa para pendiri silat di minangkabau yaitu Datuak Suri Dirajo dan empat orang pengawal yang berjuluk Kambiang Utan, Harimau Campo, Kuciang Siam, dan Anjiang Mualim.
Silat juga memiliki berbagai macam fungsi, tak hanya untuk pertahanan diri saja tapi silat bisa jadi sarana sebagai hiburan dikalangan masyarakat, silat juga bisa dijadikan perlombaan, permainan, olahraga dan lainnya, biasanya silat juga dijadikan untuk pasambahan untuk acara-acara besar di Minangkabau, untuk dipertontonkan kepada khalayak umum bukanlah yang gerakan ekstrim mematikan lawan akan tetapi di pertunjukan sebagai hiburan saja, biasanya anak-anak mudalah yang menampilkan pertunjukan silat terebut.
Dilihat pada saat ini minat anak muda terhadap seni tradisional semakin berkurang, para pelaku silat saat ini kebanyakan sudah ber umur, jarang sekali kita lihat anak muda yang menekuni silat, anak muda sekarang hanya sekedar mengetahui nama silat dan tidak mengetahui bahwa silat adalah seni yang sangan banyak manfaatnya, mereka hanya pernah melihat dan menonton silat tapi belum pernah merasakan Maka dari itu pada artikel ini akan membahas tentang silat yang dijadikan mata kulian jurusan sastra minangkabau terkhusus untuk mahasiswa angkatan 21.
Di jurusan sastra Minangkabau menghadirkan silek sebagai mata kuliah wajib untuk jurusan sastra minangkabau, mata kuliah silek biasanya tersedia pada semester 5, pada mata kuliah silek ini mahasiswa tak hanya mempelajari teori silek tapi juga praktik secara langsung ke lapangan tentunya juga dibimbing oleh salah satu dosen sastra minangkabau yaitu bapak hassanudin dan para tuo silek ( Guru Silat ) yang mana beliau ialah pesilat professional yang telah mahir dalam bersilat.
Mahasiswa mempelajari banyak hal dari mata kuliah ini, secara mahasiswa diajarkan langsung oleh ahlinya, mulai dari asal usul silek, dasar dasar silek, nama nama gerakan silek, dan istilah istilah yang ada pada silat dan lain sebagainya.
Adapun tujuan dari mata kuliah silat ini adalah mengenalkan kepada mahasiswa seni bersilat, dan juga untuk belajar bersama-sama mengenal lebih dalam seni bela diri silat.
Manfaat silat bagi mahasiswa jurusan minangkabau sebagai berikut :
1. Mahasiswa menjadi tahu akan seni bersilat
2. Mempelajari gerakan silat
3. Untuk berolah raga
4. Mengetahui asal usul silat
5. Dapat melatih keseimbangan tubuh
6. Menjadi lebih akrab denga teman-teman
7. Menjaga kekompakan
8. Dapat melestarikan seni bela diri silek dan lain sebagainya.
Sangat banyak manfaat dari belajar silek, belajar silat bukanlah hal yang kuno dan membosankan akan tetapi jika seseorang itu dapat belajar dan menguasai suatu seni bela diri salah satunya seni bela diri silat yang telah turun temurun ini, akan sangat keren dan sangat berguna bagi dirinya sendiri dan orang-orang disekitarnya.
Maka dari itu marilah kita para generasi muda melanjutkan seni turun temurun ini agar tidak pudar karna untuk mempertahankan salah satu pesona dan ciri khas minangkabau ini dimulai dari diri kita para generasi muda, karna berseni itu sangat keren.