WaliKota Bengkulu Hadiri Festival Tak Dung Dung 2025, Dorong Jadi Agenda Resmi Daerah
JurnalBengkulu.com, Bengkulu – WaliKota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menghadiri kegiatan Festival Tak Dung Dung 2025 yang digelar di Tugu Pena, Pelataran Benteng Marlborough, Minggu (28/12) malam. Festival ini merupakan salah satu agenda budaya khas Kota Bengkulu yang menampilkan tabuhan alat musik tradisional Dhol, warisan budaya yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota Komisi III DPRD Kota Bengkulu, pengurus Kerukunan Keluarga Tabot (KKT), Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu, Kepala UPTD Taman Budaya, Kepala Dinas PUPR, ketua kerukunan adat, ketua adat Kota Bengkulu, Ketua Sanggar Insan Lawang Budaya, perwakilan tujuh komunitas pelestari budaya, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, WaliKota Bengkulu Dedy Wahyudi menyampaikan dukungan dan apresiasi penuh terhadap pelaksanaan Festival Tak Dung Dung sebagai upaya nyata dalam melestarikan budaya lokal Kota Bengkulu.
“Festival ini sangat penting sebagai bentuk pelestarian budaya daerah. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan ke depan Festival Tak Dung Dung dapat masuk dalam rangkaian agenda resmi festival Kota Bengkulu,” ujar Dedy.
Dedy juga menekankan bahwa festival budaya tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, agar memahami dan mencintai kearifan lokal.
“Melalui kegiatan ini, masyarakat dan generasi penerus bangsa dapat belajar pentingnya menjaga dan melestarikan budaya. Salah satunya adalah alat musik tradisional Dhol yang menjadi ciri khas dan identitas Kota Bengkulu,” tambahnya.
Festival Tak Dung Dung 2025 pun berlangsung meriah dengan penampilan kolosal tabuhan Dhol yang memukau pengunjung, sekaligus menjadi ruang pertemuan antara seniman, pelaku budaya, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya Bengkulu.