WaliKota Dedy: Kota Tertata Tarik Wisatawan, Ekonomi Bengkulu Akan Bergerak
JurnalBengkulu.com, Bengkulu - WaliKota Bengkulu Dedy Wahyudi menegaskan bahwa penataan kota yang rapi, bersih, dan memiliki kawasan wisata yang menarik menjadi kunci utama untuk mendatangkan wisatawan serta menggerakkan perekonomian daerah.
Menurut Dedy, jika kota tertata dengan baik, maka wisatawan akan datang, menginap, dan berbelanja di Bengkulu. Dampak langsungnya akan dirasakan pada peningkatan pendapatan daerah, khususnya dari sektor pajak.
“Kalau kota tertata rapi, bersih, dan kawasan wisatanya menarik, maka orang akan datang, menginap, dan berbelanja di Bengkulu,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pendapatan daerah sangat bergantung pada sektor jasa, terutama pajak hotel dan restoran. Oleh karena itu, suasana kota yang ramah menjadi hal mutlak.
“Kita hidup dari pajak hotel dan restoran. Maka hotel harus penuh, restoran harus ramai. Sambut tamu dengan senyuman, bukan dengan kebencian,” pungkasnya.
Dedy juga menyampaikan bahwa sejumlah kawasan strategis di Kota Bengkulu telah dan akan terus ditata. Kampung Cina akan dipercantik sebagai bagian dari destinasi wisata budaya, sementara Taman Tabut saat ini tengah dalam proses penataan dan ditargetkan segera rampung.
“Puncak dari penataan kawasan kota adalah rencana pembangunan kantor Wali Kota Bengkulu yang representatif di eks Mess Pemda Provinsi, serta pembangunan Masjid Apung yang direncanakan menjadi ikon baru Kota Bengkulu,” jelas Dedy.
Di sektor infrastruktur, Pemkot Bengkulu akan melanjutkan program pembangunan jalan dengan target 160 titik pada tahun depan. Setiap ruas jalan yang dibangun memiliki panjang signifikan, mulai dari 300 meter hingga satu kilometer.
“Kota ini berkembang cepat. Setahun bisa seribu rumah dibangun, tapi tidak semuanya dibarengi pembangunan jalan. Ini yang terus kita kejar,” tegasnya.
Selain pembangunan jalan, Pemkot Bengkulu juga fokus mengatasi persoalan banjir melalui pembangunan dan normalisasi drainase, serta pengelolaan sampah berbasis lingkungan. Pada tahun 2026, ditargetkan setiap RW di Kota Bengkulu memiliki satu bank sampah sebagai bagian dari upaya menciptakan kota yang bersih dan berkelanjutan.