Warisan Budaya Tradisional Minangkabau dan Ekspresi Kreatif Kebudayaan Minangkabau
Nama/Nim : Muhammad Habib Huzaihfa/2210742021
Jurusan : Sastra Minangkabau
Universitas Andalas
Salah satu budaya yang sangat identik dengan Nusantara adalah budaya Minangkabau. Minangkabau memiliki berbagai bentuk seni sebagai bagian penting dari kebudayaan masyarakatnya. Selain itu, ada dorongan alami lain yang seringkali terlewatkan oleh pengamatan masyarakat, yaitu kebutuhan akan keindahan dan hiburan yang memunculkan beragam bentuk seni. Kesenian-kesenian yang hidup dan berkembang di masyarakat Minangkabau sejak dulu hingga saat ini adalah kesenian yang mampu bertahan dan memenuhi kebutuhan masyarakatnya.
~Seniman/pelaku seni merupakan subjek utama yang menentukan hidup dan berkembangnya suatu kesenian.
~ masyarakat seni juga memiliki peran penting. Masyarakat seni mencakup berbagai pihak di luar seniman/pelaku seni, seperti pemilik, penikmat, pengamat, peneliti, praktisi seni, dan partisipan yang dapat memberikan daya kehidupan dan mendukung perkembangan kesenian.
~ karya seni itu sendiri sebagai objek dalam bentuk materi berupa bunyi/musik yang dapat dikembangkan melalui berbagai pendekatan untuk mendorong kreativitas seni.
Jadi, tiga elemen utama yang saling terkait dalam kehidupan seni adalah seniman/pelaku seni, masyarakat seni, dan karya seni itu sendiri. Ketiganya berperan penting dalam menjaga keberlangsungan dan perkembangan suatu kesenian.Pembahasan
Seni dan tradisi merupakan cermin dari budaya masyarakat, terutama di Minangkabau. Kesenian adalah salah satu unsur kebudayaan yang lahir dari perilaku masyarakat manusianya. Masyarakat Minangkabau memegang filosofi "alam takambang jadi guru", yang berarti segala sumber pengetahuan dan perilaku manusia merujuk pada alam, dan segala sesuatu dipelajari dengan mengamati serta melihat pada alam. Sebagai contoh, dalam memberikan nama atau judul pada karya seni, masyarakat Minangkabau biasanya mengacu pada peristiwa masa lalu dalam kesenian tambua dan tassa. Misalnya, "oyak tabuik" adalah judul yang diberikan pada satu bentuk penyajian permainan gandang tambua dan tassa, yang memang digunakan pada prosesi "maarak tabuik" untuk memperingati Asyura pada 10 Muharam atau peristiwa peperangan antara pasukan cucu Nabi Muhammad, Husain bin Ali melawan pasukan Umar bin Sa'ad. "Tabuik" sendiri menjadi simbol dari dua kubu pasukan yang berperang dalam perang "karbala". Jadi, seni dan tradisi di Minangkabau sangat erat terkait dengan filosofi dan peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah masyarakat setempat.Ragam Seni Tradisi Minangkabau
Kebiasaan masyarakat Minangkabau untuk belajar dari alam membuat mereka kaya akan seni budaya. Kesenian yang hidup di masyarakat Minangkabau pada awalnya merupakan kesenian tradisional yang erat kaitannya dengan ritual, hiburan, dan upacara adat. Terdapat banyak sekali bentuk-bentuk kesenian yang hidup dan berkembang di masyarakat Minangkabau, terutama dalam bidang seni musik. Kesenian musik tersebut diklasifikasikan berdasarkan teknik permainannya, yaitu:
1. Digesek
2. Digua/diguguah (dipukul)
3. Diambuih (ditiup)
4. Dipatiak (dipetik)
5. Didendangkan
Keberagaman dan kekayaan seni budaya Minangkabau ini tidak terlepas dari filosofi masyarakatnya yang selalu belajar dan mengacu pada alam sebagai sumber pengetahuan dan inspirasi. Terdapat beberapa bentuk kesenian musik di Minangkabau yang dimainkan dengan cara digesek, antara lain:
- Rabab Pasisia/Biola, yang berkembang di daerah Pasisia
- Rabab Darek, yang berkembang di daerah Darek (dataran tinggi Sumatera Barat)
- Rabab Piaman, yang berkembang di daerah Pariaman
- Rabab Badui, yang berkembang di daerah Sijunjung
Selain itu, terdapat juga bentuk kesenian musik di Minangkabau yang dimainkan dengan cara digua/diguguah (dipukul), seperti:
- Tassa dan Gandang Tambua, yang berkembang di daerah Pariaman, Maninjau dan sekitarnya
- Talempong dan Canang, yang berkembang di daerah Darek
- Talempong Batu, yang berkembang di daerah Batu Sangka
- Salawaik Dulang/Salawaik Talam, yang berkembang di daerah Tanah Datar
Terdapat beberapa bentuk kesenian musik di Minangkabau yang dimainkan dengan cara diambuih (ditiup), antara lain:
- Saluang Darek, yang berkembang dari daerah Darek
- Saluang Panjang, yang berkembang dari daerah Muaro Labuah
- Bansi, yang berkembang dari daerah Darek dan Pasisia
- Sarunai, Pupuik Gadang, Pupuik Tanduak, Pupuik Batang Padi, yang berkembang dari daerah Darek
Terdapat satu bentuk kesenian musik di Minangkabau yang dimainkan dengan cara dipatiak (dipetik), yaitu Kucapi Payokumbuah, yang berkembang dari daerah Payokumbuah. Selain itu, terdapat juga bentuk kesenian musik di Minangkabau yang dimainkan dengan cara didendangkan, dimana penyajiannya biasanya berkolaborasi dengan instrumen-instrumen yang bersifat melodis dan perkusif, serta menyerupai gerak silat dalam pertunjukannya.
Instrumen-instrumen melodis yang dikolaborasikan dalam bentuk kesenian yang didendangkan antara lain:
- Rabab
- Kucapi
- Saluang
- Sampelong
- Katumbak
Sementara itu, instrumen-instrumen perkusif yang dikolaborasikan dalam bentuk kesenian yang didendangkan antara lain:
- Salawaik Dulang/Salawaik Talam
- Indang
- Rabana
- Adok
Terdapat satu bentuk kesenian Minangkabau yang dibangun oleh empat elemen sekaligus, yaitu kesenian Randai. Elemen-elemen yang terkandung dalam kesenian Randai adalah:
- Naskah cerita (drama)
- Gerak (legaran)
- Gurindam (sastra lisan)
- Musik tradisional Minangkabau
Naskah Randai biasanya diangkat dari peristiwa masa lalu yang pernah terjadi di suatu masyarakat, kemudian diceritakan kembali dalam bentuk narasi. Randai dapat dikatakan sebagai seni tradisi yang hidup dan berkembang di seluruh wilayah Minangkabau.
Semua bentuk kesenian yang disebutkan sebelumnya merupakan seni tradisi yang hidup dan berkembang di wilayah kebudayaan masyarakat Minangkabau. Setiap daerah di Minangkabau memiliki kesenian yang khas, yang menjadi ciri identitas dan jati diri budaya masyarakatnya.Kesimpulan
Minangkabau memiliki kekayaan dan keragaman seni tradisi yang tumbuh dan berkembang sebagai hasil dari proses pembudayaan masyarakat setempat, yang menjadi penanda identitas budaya daerah masing-masing.Seni tradisi Minangkabau sangat bergantung pada alam dan lingkungan masyarakatnya. Namun, dalam perkembangannya, seni tradisi Minangkabau mampu hidup dan berkembang bersama dengan daya kreativitas masyarakat seni itu sendiri.