Adanya Kontravensi Antar Agama dalam Berburu Takjil Pada Ramadhan 2024 di Media Sosial
Oleh : Mirta Putri Maini, Mahasiswi Prodi Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas.
Takjil merupakan hidangan yang disantap sesudah buka puasa biasanya berupa kolak pisang, es teler, es cendol, es buah dan sebagainya. Sebelum berbuka puasa masyarakat menantikan untuk pergi ngabuburit bersama teman, saudara, maupun pasangannya. Biasanya yang membeli takjil hanya umat muslim saja tetapi berbeda dengan sekarang bahwa mayoritas pembeli takjil bukanlah hanya umat muslim saja bahkan nonis pun ikut berburu takjil, bahkan mereka lebih dulu sampai ditempat penjual takjil tersebut.
Sebelumnya beredar di sejumlah platform media sosial dimana para umat muslim mengaku kehabisan takjil di sejumlah tempat, entah hanya tersisa gorengan yang dingin bahkan risol yang patah. ada juga ditemui bahwa minuman segar sudah diborong hingga tak tersisa, sehingga membuat umat muslim marah bahkan kecewa.
Media sosial menyoroti aksi komunitas non-Muslim yang terlibat dalam perburuan Takjil. Perdebatan kocak tersebut membuat netizen Muslim menyusun strategi balas dendam.
Kemeriahan Ramadhan tak hanya menyenangkan bagi umat Islam. Adanya budaya ngabuburit menunggu waktu berbuka, rupanya menarik perhatian pemeluk agama lain juga. Selain itu, deretan pedagang takjil juga terlihat menjajakan aneka kue dan jajanan pasar.Di media sosial, fenomena perang takjil atau rebutan takjil sedang disorot. Salah satu warganet mengatakan tak hanya membeli takjil, banyak juga warga non-Muslim yang memesan restoran untuk menggelar acara puasa. Langkah tersebut bertujuan untuk ikut serta dalam budaya kemeriahan buka puasa bersama yang kerap dilakukan umat Islam.
Di balik semua adu mulut di media sosial, kelakuan netizen yang saling serang sebenarnya adalah sebuah perayaan.
Ramadhan tahun ini terasa lebih semarak dibanding tahun sebelumnya, karena yang bersuka cita bukan hanya umat muslim saja, tetapi juga umat agama lain atau nonis. Mereka larut dalam berburu takjil bahkan curi start lebih dulu dibanding umat muslim.
Fenomena berburu takjil ini muncul karena banyak orang dari agama berbeda mengaku tertarik untuk berburu takjil pada saat bulan ramadhan ini. Berbagai macam menu takjil yang dijual pada saat bulan ramadhan ini, baik makanan, minuman bahkan gorengan yang mengunggah selera.
Muslim biasanya membeli takjil pada saat sore hari, Namun pada tahun ini saingan berburu takjil semakin berat, ya mau gimana, sekarang para nonis juga ikut berburu takjil. Demi melancarkan aksinya salah satu wanita tersebut rela memakai kerudung demi mendapatkan takjil dan keluar lebih awal pada saat umat muslim sedang lemas-lemasnya.
Dipicu oleh sebuah unggahan TikTok pada akun @ig_didi_w8 (16/3) konten kreator ini menyebut dirinya akan membalas dendam dari aksi non Muslim memborong habis takjil saat puasa. Ia mengatakan akan memborong telur jelang paskah nanti.
"Nanti paskah gantianlah kita borong semua telur, terserah kalian paskah mau pakai kinderjoy," tulisnya dalam video tersebut.
Video tersebut mendadak viral sampai dilihat lebih dari 17,4 juta kali oleh netizen. Kolom komentarnya juga diramaikan oleh lebih dari 63 ribu komentar yang ikut memikirkan strategi untuk balas dendam dengan cara kocak.
"Pas imlek juga kita beli semua jeruknya biar mereka sembahyang pake nutrisari jeruk," sambung netizen lainnya.
Bahkan ada juga nih netizen yang memiliki ide di luar akal sehat. "Nanti pas (kurban) Idul Adha kita pake rusa aja, biar nanti waktu Natal Santa Clausnya datang naik grab," ujar salah satu netizen pada kolom komentar.
Seorang netizen yang non Muslim merasa khawatir karena merasa telur paskahnya terancam. "Gimana nih woy. Mereka sudah dapat strategi pembalasan dendam. Tidak telur paskah ku," tulisnya.
Didalam media online atau TikTok ini para umat muslim dan nonis saling memberi pendapat, dan ada yang berkomentar bahwa dia ( umat islam) aka membalas perbuatan nonis tersebut pada saat hari raya mereka nanti yaitu salah satunya dengan cara menebang pohon palma. Sehingga masyarakat yang berbeda agama tersebut takut dan ikut membalas komentar tersebut “jangan pohon palma deh, janji gabakal borong takjil kalian lagi” ungkap salah satu warganet tersebut.
Bahkan ada juga yang berpendapat bahwa trend ini memiliki nilai positif antar umat beragama, mereka berpikir ini momen yang lucu dan menyenangkan.padahal mereka tidak menjalankan ibadah puasa ramadhan, justru paling semangat mencari takjil di sore hari, Sehingga memperkuat toleransi antar umat beragama.
Bahkan yang lucunya muncul slogan “Untukmu agamamu. Untukku takjilmu”. Yang beredar dalam unggahan video di TikTok, maksudnya, mereka siap berburu bahkan bersaing dengan umat muslim demi mendapatkan takjil. Menurut mereka, takjil adalah hak setiap umat, termasuk nonis yang tidak menjalankan ibadah puasa sekalipun.
Ungkapan "Bagimu Agamamu, Bagiku Takjilmu," telah ramai diutarakan di media sosial sejak pekan pertama Ramadhan 2024. Ini mengarah pada fenomena umat non-Muslim yang ikut berburu takjil menjelang waktu buka puasa. Narasinya terus berkembang, bahkan jadi meme yang memenuhi jagat maya.Perilaku tersebut tentu sah-sah saja asalkan dilakukan dengan niat yang positif. Karena nonis tidak ada niat untuk mencampuri islam. Mereka hanya menikmati hidangan takjil saat Ramadhan. Ungkap warganet tersebut didalam sebuah komentar. Sahut-sahutan konten perang takjil kemudian dinilai sebagai bentuk toleransi berbuah pujian dari tidak sedikit warganet. "Dagangan penjual takjil jadi laris, bantu UMKM, dan siapa tahu jadi bisa bikin mereka cepet pulang, buka puasa di rumah sama keluarganya," kata seorang pengguna X, dulunya Twitter, baru-baru ini.