Alih Aksara Cerita Nabi Bercukur dalam Naskah Lampung
Oleh: Nia Sepya Putri, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas
Menurut KBBI bahwa cerita merupakan karangan yang menuturkan perbuatan, pengalaman, atau penderitaan orang dan tuturan yang membentangkan terjadinya suatu hal (peristiwa,kejadian, dan sebagainya). Terdapat pengertian lain penting dicatat bahwa cerita nabi bercukur ini merupakan salah satu aspek dalam kehidupan nabi muhammad SAW yang memiliki makna dan nilai keagamaan. Cerita ini menjadi bagian dari sejarah islam dan dijadikan contoh dan teladan bagi umat muslim dalam melaksanakan ibadah haji serta memahami makna ibadah tersebut.
Cerita nabi bercukur merujuk pada peristiwa didalam kehidupan nabi muhammad SAW dimana beliau mencukur atau memotong rambutnya, cerita ini terkait dengan suatu perbuatan yang dilakukan oleh nabi muhammad SAW yang memiliki makna dan nilai dalam konteks keagamaan.
Buku Alih Aksara Cerita Nabi Bercukur dalam Naskah Lampung merupakan salah satu untuk mengabadikan kisah-kisah luhur para nabi dan rasul yang telah membimbing dan memberikan cahaya kepada umat manusia sepanjang sejarah. Dalam buku ini, menceritakan kisah tentang Rasulullah, Nabi Muhammad saw. ketika beliau melaksanakan ibadah cukur rambut atau yang dikenal sebagai tahallul. Kisah ini diangkat dari manuskrip Lampung yang ditulis menggunakan aksara Lampung berbahasa Melayu. Manuskrip tersebut disimpan di kediaman Bapak Mohammad Zakwan yang berdomisili di Provinsi Lampung.
Sejarah kedatangan bangsa Arab di Nusantara memainkan peran penting dalam penyebaran agama Islam di Indonesia. Pada masa pemerintahan Khalifah Ustman bin Affan, sebuah misi resmi dikirim ke Tiongkok yang disinyalir juga mengirimkan utusan Islam ke Jawa dan pulau-pulau sekitarnya. (Al-Haddad, 1995: 44). Dalam catatan Ibnu Battuta yang datang ke Samudra pada tahun 1345-1346, juga terungkap adanya Islam di Nusantara (Braginsky, 1998: 57). Dalam catatan tersebut menyebutkan bahwa dua puluh tahun sebelumnya, terbentuklah sebuah negara bernama Samudra dan Pasai yang dipimpin oleh seorang raja beragama Islam. Terdapat hubungan yang jelas antara sejarah kedatangan Islam dan sastra Arab. Orang-orang Arab yang memeluk agama Islam telah mengembangkan keahlian menulis puisi yang luar biasa. Menurut penelitian Rauf (2009: 15), Bangsa Arab memiliki pengaruh besar terhadap sastra Indonesia baik dalam segi struktur fisik (bahasa) maupun struktur batin (pesan sastra).
Pengaruh kesusastraan Arab terhadap perkembangan sastra di Nusantara pada masa itu terlihat dari peninggalan teks yang masih tersimpan sampai saat ini. Salah satunya adalah Hikayat Nabi Bercukur.Cerita tentang Nabi Bercukur ini dapat dijumpai dalam berbagai versi.Beberapa teks ditulis dalam aksara Jawi dan berbahasa Melayu, juga ditulis dalam aksara Pegon berbahasa Jawa dan Sunda. Naskah yang diangkat dalam kajian alih aksara ini merupakan naskah berisi hikayat Nabi Bercukur yang ditulis dalam aksara Lampung dan berbahasa Melayu. Kajian terhadap naskah kuno beraksara Lampung dan berbahasa Melayu ini masih jarang dan perlu dilakukan. Pembacaan dan pengenalan terhadap isi teks yang terkait erat cerita Nabi Bercukur ini menjadi penting agar dapat memperlihatkan kekayaan manuskrip di Nusantara pada masa itu yang ditulis dalam berbagai aksara dan bahasa. Fenomena tersebut memperlihatkan beberapa aspek penting di antaranya aspek sejarah perkembangan Islam di Nusantara pada masa lalu.
Tujuan alih aksara
Tujuan dari alih aksara manuskrip cerita Nabi bercukur yang ditulis dalam aksara Lampung berbahasa Melayu ini adalah untuk melestarikan dan memahami isi dari manuskrip tersebut. Beberapa tujuan khusus dalam mengalihaksarakan manuskrip tersebut ke dalam aksara Latin atau bahasa Indonesia meliputi.
1. Pelestarian Budaya. Tujuan utama adalah melestarikan budaya dan warisan sastra Melayu dalam bentuk manuskrip. Alih aksara membantu menjaga agar cerita ini tidak hilang dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
2. Memahami Isi Manuskrip. Manuskrip berbahasa Melayu dengan aksara Lampung mungkin sulit dimengerti oleh banyak orang karena keterbatasan pemahaman aksara tersebut. Alih aksara memungkinkan orang yang tidak menguasai aksara Lampung untuk membaca dan memahami cerita Nabi Bercukur.
3. Penelitian dan Kajian. Manuskrip ini mungkin menjadi objek penelitian bagi ahli sejarah, budaya, dan bahasa
4. Pendidikan dan Diseminasi
5. Mempromosikan Multikulturalisme.
Penelusuran naskah kuno yang menggunakan aksara Lampung tidak hanya dapat ditemukan di wilayah Indonesia saja. Namun demikian, kita juga bisa menemukan manuskrip tersebut di beberapa museum di luar negeri.Kita sangat membutuhkan informasi tentang keberadaan naskah-naskah kuno tersebut agar dapat melakukan penelitian terhadap naskah-naskah tersebut. Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai informasi mengenai naskah kuno beraksara Lampung yang ada di Indonesia dan negara lainnya.
Naskah cerita Nabi Bercukur yang dialihaksarakan ini merupakan naskah yang juga banyak dijumpai di beberapa perpustakaan di dunia.Naskah dengan nama Hikayat Nabi Bercukur ini disimpan di Perpustakaan Nasional RI sebanyak tujuh naskah, juga disimpan di Leiden, London, dan ‘sGravanhage (Dipodjojo, 1986: 79). Naskah-naskah tersebut ditulis dalam berbagai bahasa antara laian bahasa Makasar, Bugis, dan Sunda. Ditemukan juga teks dengan isi yang sama dengan Hikayat Nabi Bercukur,tetapi menggunakan judul lain dalam bahasa daerah. Sebagai contoh teks Nabi Meucuko yang ditulis dalam bahasa Aceh, dan Wawacan Paras Nabi yang ditulis dalam bahasa Sunda.
Teks pada naskah ini ditulis dengan aksara Lampung berbahasa Melayu. Naskah ini terdiri atas 38 halaman, 19 lembar. Ukuran kertas tiap halaman yang ditulisi teks Nabi Bercukur, yaitu panjang 8 cm dan lebar 7 cm. Tidak ada penomoran di tiap halaman naskah. Penomoran naskah 1 sampai dengan 38 diletakkan terpisah di atas naskah. Jumlah baris tulisan pada setiap halaman tidak sama. Teks pada halaman pertama sampai dengan tiga puluh enam berjumlah delapan baris, sedangkan di halaman tiga puluh tujuh dan tiga puluh depalan masing-masing berjumlah empat baris.Teks ini diawali dengan kata yan lah ku …dan di tengah teks terdapat kata Rasulullah yang menandakan bahwa teks ini ditulis ketika Islam sudah memasuki daerah Lampung.
Penulisan diawali pada halaman pertama tanpa sampul. Tidak ditemukan judul di awal teks. Berdasarkan isi teks, diyakini bahwa teks merupakan salinan dari Hikayat Nabi Bercukur. Oleh sebab itu, teks ini diberi judul Cerita Nabi Bercukur oleh pengalih aksara. Teks Nabi Bercukur memiliki banyak versi. Teks Cerita Nabi Bercukur ini merupakan versi yang ditulis menggunakan aksara Lampung dan berbahasa Melayu.
Jadi teks Nabi Bercukur merupakan merupakan sebuah cerita atau hikayat yang menceritakan peristiwa Nabi saw. Bercukur Kisah yang ditampilkan penulis naskah ini diambil dari riwayat atau tuturan para sahabat Nabi Saw. Di dalam teks diceritakan penulis tentang urutan peristiwa yang agung tersebut. Peristiwa ini merupakan salah satu buktikeagungan Rasulullah saw. karena pelaksanaan cukur langsung dilakukan oleh malaikat Jibril.