Proyek Rp7 Miliar Disorot, Aktivis Minta BPK dan APH Periksa Konstruksi Jalan di Lebong
JurnalBengkulu.com, Lebong – Proyek pembangunan konstruksi pengaman badan jalan di Desa Talang Ratu, Kecamatan Rimbo Pengadang, Kabupaten Lebong, kembali menuai sorotan publik. Kegiatan yang dikerjakan oleh CV Artomoro dengan anggaran dana hibah pemerintah pusat sekitar Rp7 miliar pada Tahun Anggaran 2025 itu dinilai bermasalah dan jauh dari standar kualitas.
Sorotan tajam kali ini datang dari aktivis senior Lebong, Rozi Antoni (TB). Dalam keterangannya kepada awak media, ia mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) serta aparat penegak hukum untuk segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap proyek tersebut.
“Sebagai bagian dari masyarakat Lebong, saya meminta BPK dan aparat penegak hukum memeriksa proyek ini. Secara kasat mata bisa dilihat hasilnya. Masa anggaran hampir Rp7 miliar, tapi bangunannya amburadul,” tegas Rozi.
Ia menilai kualitas pekerjaan sangat memprihatinkan dan tidak mencerminkan nilai anggaran yang digelontorkan. Beberapa bagian yang disorot antara lain pasangan pelapis, bentuk saluran drainase, hingga cor beton penahan longsoran yang diduga dikerjakan asal jadi.
“Dari sisi fisik, bangunan ini tidak layak. Kualitasnya dipertanyakan, mulai dari pasangan pelapis sampai konstruksi penahan longsor terlihat dikerjakan tanpa standar yang jelas,” tambahnya.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, Rozi juga menegaskan bahwa pekerjaan tersebut tidak layak untuk diterima. Ia meminta pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu selaku satuan kerja (satker) agar menolak hasil pekerjaan dari rekanan.
“Kami minta BPBD Provinsi Bengkulu tegas menolak hasil pekerjaan ini. Jangan sampai uang negara terbuang percuma untuk pekerjaan yang tidak berkualitas,” ujarnya.
Sementara itu, awak media telah berupaya mengonfirmasi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan di BPBD Provinsi Bengkulu guna mendapatkan klarifikasi terkait pelaksanaan proyek tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum dapat dihubungi.