BPJN Bengkulu dan PT Pulau Batu Intan Tangani Cepat Titik Amblas di Jalan Pusat Pemerintahan–Tebat Monok
JurnalBengkulu.com, Kepahiang – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bengkulu bersama pihak kontraktor pelaksana, PT Pulau Batu Intan (PBI), memastikan titik amblas pada ruas Inpres Jalan Daerah (IJD) Preservasi Jalan Pusat Pemerintahan–Tebat Monok, Kabupaten Kepahiang, telah mendapat penanganan cepat dan kini dalam proses perbaikan bertahap.
Peristiwa amblasnya bahu dan sebagian kecil badan jalan di sisi kanan arah Bengkulu terjadi pada Jumat (3/10/2025) akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah perbukitan Kepahiang.
“Kejadian tersebut disebabkan intensitas hujan yang sangat tinggi pada Jumat kemarin, sehingga mengakibatkan bahu jalan dan sedikit badan jalan di sisi kanan arah Bengkulu amblas,” jelas Kasatker PJN I Bengkulu, Tendi Hardianto, saat ditemui, Senin (6/10/2025).
Masih dalam Masa Pemeliharaan
BPJN Bengkulu menegaskan bahwa proyek IJD tersebut masih berada dalam masa pemeliharaan satu tahun, sehingga penanganannya sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak penyedia jasa, yakni PT Pulau Batu Intan.
“Masih dalam tanggung jawab penyedia jasa pada masa pemeliharaan. Saat ini sudah ditangani, alat berat telah dimobilisasi ke lokasi untuk penanganan darurat,” tambah Tendi.
Berdasarkan hasil pengawasan, penurunan bahu jalan mencapai 50–70 cm, sementara badan jalan utama masih aman. BPJN juga telah memasang rambu pengaman dan pembatas sementara guna menjaga keselamatan pengguna jalan.
Respons Cepat dari PT Pulau Batu Intan
Pihak kontraktor pelaksana, PT Pulau Batu Intan, memastikan tim teknis langsung bergerak ke lokasi pada hari kejadian untuk melakukan penanganan awal.“Begitu menerima laporan, kami langsung menurunkan tim teknis dan alat berat. Saat ini sudah dilakukan penimbunan ulang, pemadatan, dan penguatan struktur tanah sementara untuk mencegah longsor lanjutan,” ujar Direktur PT Pulau Batu Intan, Saparudin.
Ia menambahkan, perbaikan lanjutan akan dilakukan sesuai rekomendasi teknis dari BPJN Bengkulu dan konsultan supervisi, yakni PT Silva Cipta Engineering dan PT Arkade Gahana Konsultan (KSO).
“Pekerjaan ini masih dalam masa pemeliharaan, jadi menjadi tanggung jawab kami sepenuhnya. Kami pastikan seluruh perbaikan dilakukan sesuai arahan BPJN dan spesifikasi teknis yang berlaku,” tegas Saparudin.
Cuaca dan Kondisi Tanah Jadi Tantangan
BPJN Bengkulu menyebutkan, kondisi cuaca ekstrem serta kontur tanah di wilayah perbukitan Kepahiang menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kestabilan jalan.
“Cuaca ekstrem dan karakteristik tanah di kawasan ini memang cukup menantang. Kami bersama penyedia jasa terus memantau kondisi lapangan dan akan melanjutkan perbaikan permanen begitu tanah benar-benar stabil,” jelas PPK 1.3 Satker PJN Wilayah I Bengkulu, Kamarudin.Komitmen terhadap Mutu dan Keselamatan
PT Pulau Batu Intan menegaskan komitmennya untuk menjaga mutu pekerjaan sekaligus memastikan keselamatan pengguna jalan selama masa pemeliharaan.
“Kami terus berkoordinasi dengan BPJN dan konsultan supervisi agar proses penanganan berjalan cepat, aman, dan sesuai standar. Prinsip kami, keselamatan dan kualitas pekerjaan adalah prioritas utama,” kata Saparudin.Sementara itu, BPJN Bengkulu mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintas di ruas Ringroad Kepahiang–Tebat Monok, karena alat berat masih beroperasi di lapangan.
“Kami mohon kerja sama masyarakat untuk tetap waspada dan memperhatikan rambu peringatan di sekitar lokasi pekerjaan,” pungkas Kamarudin.(JB)